Jalani saja, manfaatkan waktumu!

Minggu, 02 Februari 2014

Karya Ilmiah about Matematic



Pengaruh Presepsi Siswa Mengenai Pelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika di Kelas XII IPS SMA N 1 DONOROJO, Tahun 2013

Disusun untuk memenuhi tugas Sosiologi semester 2








Oleh :
1.     Zarinatul Lailati
2.     Sulistyanto
3.     Devi Christyaningsih


SMA N 1 DONOROJO
TAHUN AJARAN 2012/2013

KATA PENGANTAR
      Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga Penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Pengaruh Presepsi Siswa Mengenai Pelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika di Kelas XII IPS SMA N 1 DONOROJO, Tahun 2013 “ dengan baik dan berharap dapat memberikan sumbangan ide dan pandangan baru.
      Pada penulisan ini, penulis banyak mndapat bimbigan, petunjuk serta bantuan moril dan materiil dari berbagai pihak sehingga karya tulis ini dapat selesai. Karena itu Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Bambang Setyawan, S.Pd selaku Kepala SMA N 1 DONOROJO
2.      Septi Purfitasari, S.Pd selaku guru pembimbing
3.      Segenap pihak yang telah membantu proses penyusunan penulisan ini.
      Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu Penulis menhucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkenan memberikan tanggapan berupa saran dan nasehat serta kritik untuk dijadikan pedoman pada masa yang akan datang.
Mudah-mudahan karya tulis yang sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.


Penulis




LEMBAR PENGESAHAN


Karya tulis ini disusun untuk memenuhi tugas Sosiologi semester 2,


Jepara,….Februari 2013

Mengetahui
Pembimbing                                                                                                    Ketua Penelitian

Septi Purfitasari                                                                      Zarinatul Lailati
NIP                                                                                         NIS:2822                                                                                                                                                       
                                               






DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..............................................................................................1
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................2
KATA PENGANTAR ............................................................................................3
DAFTAR ISI ..........................................................................................................4
ABSTRAK .............................................................................................................5
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah ........................................................................................6
B.     Identifikasi Masalah ...................................................................................,...........6
C.     Rumusan Masalah ..................................................................................,..............7
D.    Tujuan Penelitian ....................................................................................................7
BAB II LANDASAN TEORI                                                                           
A.    Pembahasan Teoritis (Variabel Bebas) ...................................................................8
B.     Pembahasan Teoritis (Variabel Terikat) .................................................................8
BAB III HASIL PENELITIAN
A.    Penyajian Data .....................................................................................................9
B.     Pengolahan Data .................................................................................................10
C.     Penafsiran Data ..................................................................................................10
BAB IVPEMBAHASAN
A.    Pengertian Ilmu dan Matematika ..........................................................................12
B.     Faktor-faktor yang Menyebabkan Presepsi .........................................................12
C.     Dampak dari Presepi ..........................................................................................14
D.    Cara Mengubah Presepsi ....................................................................................14
E.     Strategi Pembelajaran Matematika ......................................................................15
BAB V PENUTUP
A.    Kesimpulan .......................................................................................................18
B.     Saran.................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA       
LAMPIRAN
ABSTRAK

PENGARUH PRESEPSI SISWA MENGENAI PELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA di KELAS XII IPS SMA N 1 DONOROJO, TAHUN 2013
Karya tulis yang brjudul “Pengaruh Presepsi Siswa Mengenai Pelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika di Kelas XII IPS SMA N 1 Donorojo, Tahun 2013” bertujuan untuk mengetahui persentase siswa-siswi yang gemar pelajaran Matematika. Penelitian ini di laksanakan di SMA N 1 Donorojo selama tiga minggu. Pada penelitian ini, dilakukan penelitian pendahuluan dengan menggunakan metode kuisioner acak untuk mendapatkan informasi sebagai bahan pembahasan. Sampel penelitian diambil dari ruang lingkup siswa IPS kelas XII SMA N 1 Donorojo. Hasil penelitian selama satu bulan ini diolah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif  berupa data statistik. 
Dalam penelitian ini untuk mendapatkan kevaliditasan data, peneliti memperoleh data lain dengan cara observasi langsung di lapangan (Data Primer). Selama penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelajaran Matematika agak digemari siswa IPS kelas XII SMA N 1 Donorojo. Tinkat kegemaran terhadap pelajaran Matematika berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, sehingga bimbingan belajar (Bimbel) menjadi alternatif pilihan atau solusi untuk memahami.






BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
         Dengan kemajuan zaman serta ilmu dan teknologi maka pendidikan harus ditingkatkan kualitasnya dan guna menyosong era globalisasi dunia,dimana akan dengan mudah masuknya orang asing ke Indonesia dengan kemampuan yang memadai sehingga berakibat penguasaan sistem perekonomian  di Indonesia.Oleh sebab itu,perlu adanya penanganan khusus terutama di pelajaran matematika yang menghasilkan persepsi positif.
        Pelajaran matematika di Indonesia dalam dua tahun terakhir mengalami apresiasi yang tinggi.hal ini dibuktikan banyak terdapat bimbingan belajar (bimbel) di Indonesia ,dengan fariasi biaya yang berbeda sesui tingkat jenjang pendidikan.Hal ini di sebabkan karena pelajaran matematika memerlukan penanganan khusus.
       Dalam tiap jenjang pendidikan di Indonesia pelajaran Matematika menjadi salah satu aspek ujian  kelulusan oleh pemerintah.Landasan Matematika sejak tingkat pendidikan TK sudah di ajarkan .Model pelajaran yang selama ini sulit di mengerti matematika semakin negativ.
        Persepsi siswa SMA N 1 Donorojo  khusunya kelas X11 ips terhadap pelajaran Matematika merupakan dasar utama atau landasan timbulnya hasil belajar Matematika siawa di SMA N 1 Donorojo .Maka positif atau negatife sebagai hasil perseasi siswa terhadap pelajaran Matematika menjadi pendorong atau penghambat belajar siswa.
       Prestasi belajar Matematika di SMA N 1 Donorojo ,khususnya kelas X11 IPS dalam satu semester terahir mengalami penurunan.Haal ini di karenakan model pembelajaran yang sulit dipahami dan kurang teliti dalam pengkajian.Guru harus lebih sabar dalam menghadapi siswa-siswi yang belum mengerti
      Proses dan makna persepsi seseorang tidak mudah untuk diungkapkan secara lengkap  dan rinci lebih-lebih bila seseorang tersebut kurang bersifat terbuka.Maka penting untuk meneliti bagaimana pengaruh presepsi siswa mengenai pelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika di kelas X11 IPS SMA 1 Donorojo.
B.Identifiasi masalah
            Dari zaman-ke zaman Matematika menjadi rumor dan momok oleh para siswa-siswi. Persepsi yang negative telah berkembang dan melekat di pikiran siswa. Dengan semakin tumbuhnya ilmu dan pengetahuan, Persepsi tersebut harus dihilangkan, guna menyongsong kehidupan mendatang yang semakin global atau melahirkan inovasi-inovasi baru.
Para siswa-siswi kelas X11 IPS SMA N 1 Donorojo dalam menutut ilmu sering mengeluh terhadap pelajaran Matematika, hasil belajar atau prestasi belajar Matematika yang kurang  karena modal pembelajaran yang tidak sesuai dengan keinginan siswa. Bimbingan belajar telah muncul dan berkembang dengan pesat, hal ini menunjukkan adanya permasalahan. Selama penelitian berlangsung, peneliti dapat mengkonklusi, pelajaran Matematika agak digemari dan dianggap biasa saja oleh para siswa IPS kelas XII SMA N 1 Donorojo.
C.Rumusan masalah
       Bedasarkan gambaran permasalahan latar belakang yang di kaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Bagaimana pengaruh persepsi siswa terhadap prestasi belajar Matematika?

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mengungkap:
1.      Persentase siswa-siswi yang gemar pelajaran matematika
2.      Dampak pelajaran matematika yang dianggap sulit oleh siswa-siswi SMA N 1 Donorojo
3.      Faktor-faktor yang menyebabkan pelajaran matematika dianggap sulit oleh siswa siswi kelas XII IPS SMA N 1 Donorojo.

BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Pembahasan Teoritis (Variabel Bebas)
Variable bebas penelitian ini adalah persepsi pelajaran matematika. Menurut bahasa variable terikat terdiri dari tiga kalimat yaitu persepsi, pelajaran dan matematika. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Persepsi merupakan tanggapan langsung atas sesuatu pelajaran.Pelajaran adalah apa yang dipelajari. Dan Matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan bilangan-bilangan ilmu hitung. Jadi Persepsi Pelajaran Matematika adalah tanggapan mengenai apa yang dipelajari yang berkaitan dengan ilmu hitung.

B.     Pembahasan Teoritis (Variabel Terikat)
Variable terikat penelitian ini adalah hasil belajar. Menurut bahasa variable ini terdiri dari dua kalimat yaitu hasil dan belajar . Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, hasil merupakan sesuatu yang didapat dari jerih payah. Dan belajar adalah berusaha untuk memperoleh ilmu atau menguasai suatu keterampilan; berlatih. Jadi Hasil Belajar adalah usaha untuk memperoleh ilmu melalui jerih payah.










BAB III
HASIL PENELITIAN
A.    Penyajian Data  
 

 



B.     Pengelolaan Data
Untuk mempelajari Matematika diperlukan suatu kecerdasan dan keuletan yang matang, karena mata pelajaran ini dianggap oleh sebagian siswa agag sulit. Hal ini disebabkan siswa banyak yang menganggap bahwa pelajaran Matematika itu sulit, rumit, dan membosankan. Berdasarkan tingkat presentasi table grafik diatas siswa itu mampu memahami, namun karena factor kemalasan maka  hasil belajar Matematikapun rendah dan kurang memuaskan. Hasil belajar Matematika siswa lebih rendah dibandingkan dengan pelajaran lainnya. 


C.     Penafsiran Data
Dari daftar table diatas pelajaran Matematika ternyata agak disukai oleh siswa dan pelajaran matematika dianggap biasa saja.. Namun pada observasi langsung yang kami teliti di lapangan, hasil belajar pelajaran Matematika siswa. Siswa kelas XII dalam satu semester ini kurang memuaskan. Kondisi belajar, metode pembelajaran, factor referensi buku berpengaruh terhadap tingkat kegemaran pelajaran Matematika.
Presepsi yang tertanam sejak pelajaran Matematika sudah muncul pada tahun 10 SM. Persepsi tersebut menganggap Matematika itu sulit, rumit, dan membosankan. Pada tahun 2013 ini preseps itu sudah berubah. Akal pikiran manusia semakin rasional. Hal ini karena tuntutan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang. Bimbingan Belajar (Bimbel) di luar sekolah menjadi alternative pilihan siswa dengan biaya bervariasi, siswa mendapatkan pengetahuan tentang Matematika yang lebih detail. Berdasarkan data kementrian pendidikan Nasional  jumlah bimbingan Belajar di Indonesia yang resmi ada sekitar 9000 an. Namun jumlah bimbingan belajar (Bimbel) yang non-formal di setiap provinsinya ada sekitar 1000 an.















BAB IV
PEMBAHASAN 
A.    Pengertian Ilmu dan Matematika
Secara Etimologi ilmu berasal dari kata “Ilm” (Bahasa Arab), “Science” (Inggris), “ Scientia” ( Bahasa Latin). Jadi ilmu adalah pengetahuan ilmiah atau sistematatis.
Ilmu adalah penerang dunia, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu dibidang pengetahuan itu; atau kepandaian tentang social alami, akhirat, lahir, batin, dsb.
            Semakin berkembangnya teknologi dan pengetahuan, menunjukkan bahwa ilmu di dunia ini sangat berakar. Ilmu merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari segi kenyataan alam manusia. Ilmu tidak sekedar sebagai pengetahuan (Knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati.
                        Matematika (Indonesia), “Mathematies” (Inggris), Mathematik” (Jerman), “Mathematique” (Perancis), “ Mathematico” (Italia), “ Matematiesk” ( Rusia), “Mathematick atau Wiskunde” (Belanda). Berasal dari bahasa Yunani “Mathematikos” yaitu ilmu pasti, dari kata Matematika atau Mathesis, yang berarti ajaran, pengetahuan, atau ilmu pengetahuaan.
                        Istilah Matematika menurut bahasa Latin “Manthain atau Mathema” yang berarti belajar atau hal yang dipelajari yang semuanya berkaitan dengan penalaran.  Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama dalam karya Euklides, Elemen-Matematika susah berkembang tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab tahun 800 M hingga zaman Renainsans.
                        Ketika penemuan baru berinteraksi dengan pertemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan Matematika, yang berlanjut hingga kini. Matematika kini digunakan di seluruh Dunia sebagai alat penting diberbagai bidang. Jadi, Matematika adalah satu pengetahuan terutama dan dianggap  sebagai induk atau alat dan bahasa dasar banyak ilmu,dan merupakan suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri atau tidak merupakan cabang dari ilmu pengetahuan alam.
            Jadi, demikian ilmu itu berbeda dengan pengetahuan. Pengetahuan merupakan fakta yang merupakan bahan dari suatu ilmu. Matematika merupakan pengetahuan. Sedangkan ilmu adalah suatu kegiatan penelitian terhadap suatu gejala atau kondisi pada suatu bidang, dengan menggunakan berbagai prosedur, cara, alat dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan suatu kebenaran ilmiah yang bersifat empiris, sistematis, objektif, analisis, dan vertikatif.

B.     Faktor-faktor Berkembangnya Presepsi
                        Kenyataan menunjukkan banyaknya keluhan dari murid tentang pelajaran Matematika yang sulit, tidak menarik dan membosankan. Keluhan ini secara langsung atau tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar Matematika pada setiap jenjang pendidikan, upaya untuk mengatasi hasil belajar Matematika yang rendah, juga telah diupayakan oleh Pemerintah. Berikut adalah factor-faktor yang menyebakan berkembangnya presepsi :
1.      Suasana belajar Matematika yang kaku, karena pelajaran yng berupa angka-angka dan rumus-rumus.
2.      Cara penyampaian pelajaran Matematika yang kurang.
Kurangnya penyampaian bahawa Matematika yang dipelajari saat ini sangat berpengaruh dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
3.      Penyampaiaan materi yang terlalu Two The Point, yaitu memberikan rumus-rumus tanpa didahului oleh cerita permasalahan dalam kehidupan sehari-hariyng ada hubungannya dengan rumus tersebut.



C.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar
                        Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar. Factor itu ada yang terdapat dalam diri kita sendiri, tetapi ada pula yang di luar kita. Dalam factor yang mempengaruhi proses belajar
1.      Faktor Kecerdasan
Yang dimaksud factor kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan berfikir yang sifatnya abstrak dan rumit. Tingkat kecerdasan dari masing-masing tidaklah sama.
2.      Faktor Belajar
Yang dimaksud factor belajar adalah semua segi kegiatan belajar, misalnya : kurang dapat memusatkan perhatian kepada pelajaran yang sedang dihadapi. Kurang menguasai cara belajar yang efektif dan efisien.
3.      Faktor Sikap
Sikap dapat menentukan apakah seseorang akan dapat belajar dengan lancer atau tidak, tahan lama belajar atau tidak, senag pelajaran yang dihadapinya atau tidak. Manfaat sikap yang dimaksud adalah manfaat, keterbukaan pikiran, prasangka atau kesetiaan sikap yang positif terhadap pelajaran merangsang kecepatan kegiatan belajar Matematika.  

D.    Cara Mengubah Persepsi
Mendengar tentang matematika tidaklah asing bagi kita, yang mana Matematika merupakan salah satu mata pelajaran dalam salah satu Kurikulum Tingakat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diujikan di akhir jenjang pendidikan. Berikut Upaya untuk mengubah persepsi :
1.      Memberikan informasi pengetahuan kepada siswa tentang kegunaan Matematika secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Memberikan informasi kepada siswa tentang fungsi materi Matematika yang akan dipelajari dalam penyelesaiaan masalah kehidupan sehari-hari.
3.      Memberikan materi Matematika dengan menyenangkan, hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan sedikit cerita, tentang sejarah ditemukannya materi tersebut sebelum dimulai pelajaran.
4.      Dalam penyampaian materi sebelum mengenalkan unsure-unsur, terlebih dahulu memberikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi atau rumus yang akan disampaikan.
5.      Jika materi yang akan disampaikan menurut ukuran peserta didik termasuk materi yang sulit, maka memberikan materi dan persoalan dengan cara dan hal yang mudah.
6.      Memberikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa.  

Selain dari unsur guna ,agar materi Matematika menjadi muda dipahami oleh peserta didik,Pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan nasional,juga harus ikut berperan. Peran pemerintah antara lain;
1. Untuk segera mengevaluasi standar kompentesi pelajaran matematika yang      tertuang di    dalam standar isi.
     2.Menyelesaikan standar kompentesi pelajaran matematika dengan usia perkembangan peserta didik.
3.Menyederhanakan materi pelajaran matematika,namun lebih memperdalam kompentesi pelajaran matematika,jika hal tersebut dapat di lakukan,maka guru-guru dapat menyampaikan materi pelajaran matematika dengan mengeksplore seluruh kompetensi siswa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui media yang memadai.  

E.     Strategi Pembelajaran Matematika
Pada hakekatnya belajar matematika adalah berfikir dan berbuat atau mengerjakan matematika.Di sinilah makna dari strategi pembelajaran matematika adalah strategi pembelajaran aktif,yang di tandai oleh dua faktor.
  1. Interaksi antara seluruh komponen dalam proses belajar mengajar, diantaranya antara dua komponen utama yaitu guru dan siswa
  2. Berfungsinya secara optimal yang meliputi indra , emosi, karsa, karya, dan nalar. Hal itu dapat berlangsung antara lain jika proses itu melibatkan aspek visual, audio, maupun teks ( Anderson, 1981 ).

Pembelajran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, Untuk memperoleh hasil belajar ,salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah pendekatan PAKEM ( Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenagkan). Secara ringkas PAKEM dapat diungkapkan sebagai berikut :

 Dari segi guru

A = Aktif , guru aktif :
  • Memantau kegiatan belajar siswa
  • Memberi umpan balik
  • Mengajukan pertanyaan yang menantang
  • Mempertanyakan gagasan siswa
K = kreatif, guru :
  •  Mengembangkan kegiatan yang beragam
  • Membuat alat Bantu belajar sederhana
E = Efektif, pembelajaran :
  • Mencapai tujuan pembelajaran
M = Menyenagkan , pembelajaran :

•    Tidak membuat anak takut
  • Takut salah
  • Takut ditertawakan
  • Takut dianggap sepele


Dari segi siswa

A = Aktif , siswa aktif :
  • Bertanya
  • Mengemukan gagasan
  • Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya.
K = kreatif, siswa :
  • Merancang atau membuat sesuatu
  • Menulis atau mengaran
E = Efektif, siswa :
  • Menguasai keterampilan yang di perlukan 
M = Menyenagkan pembelajaran membuat siswa :
  •  Berani mencoba / berbuat
  • Barani bertanya
  • Berani mengemukan pendapat 
  • Berani mempertanyakan gagasan orang lain








BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
      Kesimpulan bedasarkan hasil keseluruhan dalam karya ilmiah ini,maka penulis dapat menarik kesimpulan,sebagai berikut.
1. Pada umumnya,siswa mempunyai persepsi negatife  disebabkan oleh masalah karakteristik matematika,masalah siswa,dan masalah guru.
2. Dipengaruhi oleh,faktor-faktor endogen,dan factor eksogen,serta masalah waktu.
3. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan dalam mengubah persepsi adalah untuk mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi pembaruan serta penggunaan metode mengajar yang tepat dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan karakteristik siswa.
B.SARAN
    Bedasarkan hasil keseluruhan dalam karya ilmiah ini,maka ada pandangan penulis yang sekiranya dapat diangkat sebagai saran,baik untuk guru ataupun siswa,yaitu
1.Guru
a. Guru hendaknya dapat memahami secara mendalam tentang faktor-faktor penghambat yang menyebabkan sulitnya siswa memahami pelajaran matematika.
b.Guru diharapkan pada nantinya harus menggunakan metodemengajar yang tepat,karena  setiap mata pelajaran yang ada disekolahan,metode mengajar yang diinginkan berbeda-   beda,serta harus di sesuikan dengan kemampuan dan karakteristik.
2. Siswa
a. Siswa hendaknya lebih untuk lebih banyak berlatih Matematika, serta harus mengubah cara belajarnya.  
b. Siswa hendaknya menggunakan waktu seoptimal mungkin yang diberikan oleh guru dalam menyelesaikan soal Matematika
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. ed.3-
           cet.3. Jakarta: Balai Pustaka.
Irzani.2010.Pembelajaran Matemmatiak.Yogyakarta.Mandiri Garafindo Press  
http://Lentera  Kecil.com/ pengertian.matematika.html.
Aman, Grendy Hendrastomo. 2009. Sosiologi 3. Jakarta: Pusat perbukuan, Departeman Pendidikan
           Nasional.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Comments