Pengaruh
Presepsi Siswa Mengenai Pelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika
di Kelas XII IPS SMA N 1 DONOROJO, Tahun 2013
Disusun untuk memenuhi tugas Sosiologi
semester 2
Oleh
:
1.
Zarinatul
Lailati
2.
Sulistyanto
3.
Devi
Christyaningsih
SMA
N 1 DONOROJO
TAHUN
AJARAN 2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga Penulis dapat menyelesaikan
karya tulis yang berjudul “ Pengaruh Presepsi Siswa Mengenai Pelajaran
Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika di Kelas XII IPS SMA N 1 DONOROJO,
Tahun 2013 “ dengan baik dan berharap dapat memberikan sumbangan ide dan
pandangan baru.
Pada
penulisan ini, penulis banyak mndapat bimbigan, petunjuk serta bantuan moril
dan materiil dari berbagai pihak sehingga karya tulis ini dapat selesai. Karena
itu Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.
Bambang Setyawan, S.Pd
selaku Kepala SMA N 1 DONOROJO
2.
Septi Purfitasari, S.Pd
selaku guru pembimbing
3.
Segenap pihak yang
telah membantu proses penyusunan penulisan ini.
Penulis
menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu
Penulis menhucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkenan memberikan
tanggapan berupa saran dan nasehat serta kritik untuk dijadikan pedoman pada
masa yang akan datang.
Mudah-mudahan karya tulis yang sederhana
ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Penulis
LEMBAR
PENGESAHAN
Karya
tulis ini disusun untuk memenuhi tugas Sosiologi semester 2,
Jepara,….Februari 2013
Mengetahui
Pembimbing
Ketua
Penelitian
Septi
Purfitasari Zarinatul
Lailati
NIP NIS:2822
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ..............................................................................................1
LEMBAR
PENGESAHAN ....................................................................................2
KATA
PENGANTAR ............................................................................................3
DAFTAR
ISI ..........................................................................................................4
ABSTRAK
.............................................................................................................5
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
........................................................................................6
B. Identifikasi
Masalah
...................................................................................,...........6
C. Rumusan
Masalah
..................................................................................,..............7
D. Tujuan
Penelitian ....................................................................................................7
BAB
II LANDASAN TEORI
A. Pembahasan
Teoritis (Variabel Bebas)
...................................................................8
B. Pembahasan
Teoritis (Variabel Terikat)
.................................................................8
BAB
III HASIL PENELITIAN
A. Penyajian
Data
.....................................................................................................9
B. Pengolahan
Data .................................................................................................10
C. Penafsiran
Data
..................................................................................................10
BAB
IVPEMBAHASAN
A. Pengertian
Ilmu dan Matematika
..........................................................................12
B. Faktor-faktor
yang Menyebabkan Presepsi
.........................................................12
C. Dampak
dari Presepi
..........................................................................................14
D. Cara
Mengubah Presepsi ....................................................................................14
E. Strategi
Pembelajaran Matematika
......................................................................15
BAB
V PENUTUP
A. Kesimpulan
.......................................................................................................18
B. Saran.................................................................................................................18
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
ABSTRAK
PENGARUH
PRESEPSI SISWA MENGENAI PELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
di KELAS XII IPS SMA N 1 DONOROJO, TAHUN 2013
Karya tulis yang brjudul “Pengaruh
Presepsi Siswa Mengenai Pelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika
di Kelas XII IPS SMA N 1 Donorojo, Tahun 2013” bertujuan untuk mengetahui
persentase siswa-siswi yang gemar pelajaran Matematika. Penelitian ini di
laksanakan di SMA N 1 Donorojo selama tiga minggu. Pada penelitian ini,
dilakukan penelitian pendahuluan dengan menggunakan metode kuisioner acak untuk
mendapatkan informasi sebagai bahan pembahasan. Sampel penelitian diambil dari
ruang lingkup siswa IPS kelas XII SMA N 1 Donorojo. Hasil penelitian selama
satu bulan ini diolah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berupa data statistik.
Dalam penelitian ini untuk mendapatkan
kevaliditasan data, peneliti memperoleh data lain dengan cara observasi
langsung di lapangan (Data Primer). Selama penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pelajaran Matematika agak digemari siswa IPS kelas XII SMA N 1 Donorojo. Tinkat
kegemaran terhadap pelajaran Matematika berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa, sehingga bimbingan belajar (Bimbel) menjadi alternatif pilihan atau
solusi untuk memahami.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang Masalah
Dengan kemajuan zaman serta ilmu dan
teknologi maka pendidikan harus ditingkatkan kualitasnya dan guna menyosong era
globalisasi dunia,dimana akan dengan mudah masuknya orang asing ke Indonesia
dengan kemampuan yang memadai sehingga berakibat penguasaan sistem
perekonomian di Indonesia.Oleh sebab
itu,perlu adanya penanganan khusus terutama di pelajaran matematika yang
menghasilkan persepsi positif.
Pelajaran matematika di Indonesia dalam
dua tahun terakhir mengalami apresiasi yang tinggi.hal ini dibuktikan banyak
terdapat bimbingan belajar (bimbel) di Indonesia ,dengan fariasi biaya yang
berbeda sesui tingkat jenjang pendidikan.Hal ini di sebabkan karena pelajaran matematika
memerlukan penanganan khusus.
Dalam tiap jenjang pendidikan di
Indonesia pelajaran Matematika menjadi salah satu aspek ujian kelulusan oleh pemerintah.Landasan Matematika
sejak tingkat pendidikan TK sudah di ajarkan .Model pelajaran yang selama ini
sulit di mengerti matematika semakin negativ.
Persepsi siswa SMA N 1 Donorojo khusunya kelas X11 ips terhadap pelajaran
Matematika merupakan dasar utama atau landasan timbulnya hasil belajar Matematika
siawa di SMA N 1 Donorojo .Maka positif atau negatife sebagai hasil perseasi
siswa terhadap pelajaran Matematika menjadi pendorong atau penghambat belajar
siswa.
Prestasi belajar Matematika di SMA N 1
Donorojo ,khususnya kelas X11 IPS dalam satu semester terahir mengalami penurunan.Haal
ini di karenakan model pembelajaran yang sulit dipahami dan kurang teliti dalam
pengkajian.Guru harus lebih sabar dalam menghadapi siswa-siswi yang belum
mengerti
Proses dan makna persepsi seseorang tidak
mudah untuk diungkapkan secara lengkap
dan rinci lebih-lebih bila seseorang tersebut kurang bersifat
terbuka.Maka penting untuk meneliti bagaimana pengaruh presepsi siswa mengenai
pelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika di kelas X11 IPS SMA 1
Donorojo.
B.Identifiasi
masalah
Dari
zaman-ke zaman Matematika menjadi rumor dan momok oleh para siswa-siswi.
Persepsi yang negative telah berkembang dan melekat di pikiran siswa. Dengan
semakin tumbuhnya ilmu dan pengetahuan, Persepsi tersebut harus dihilangkan,
guna menyongsong kehidupan mendatang yang semakin global atau melahirkan
inovasi-inovasi baru.
Para
siswa-siswi kelas X11 IPS SMA N 1 Donorojo dalam menutut ilmu sering mengeluh
terhadap pelajaran Matematika, hasil belajar atau prestasi belajar Matematika
yang kurang karena modal pembelajaran
yang tidak sesuai dengan keinginan siswa. Bimbingan belajar telah muncul dan
berkembang dengan pesat, hal ini menunjukkan adanya permasalahan. Selama
penelitian berlangsung, peneliti dapat mengkonklusi, pelajaran Matematika agak digemari
dan dianggap biasa saja oleh para siswa IPS kelas XII SMA N 1 Donorojo.
C.Rumusan
masalah
Bedasarkan gambaran permasalahan latar
belakang yang di kaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Bagaimana
pengaruh persepsi siswa terhadap prestasi belajar Matematika?
D.
Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui dan mengungkap:
1. Persentase
siswa-siswi yang gemar pelajaran matematika
2. Dampak
pelajaran matematika yang dianggap sulit oleh siswa-siswi SMA N 1 Donorojo
3. Faktor-faktor
yang menyebabkan pelajaran matematika dianggap sulit oleh siswa siswi kelas XII
IPS SMA N 1 Donorojo.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pembahasan
Teoritis (Variabel Bebas)
Variable
bebas penelitian ini adalah persepsi pelajaran matematika. Menurut bahasa
variable terikat terdiri dari tiga kalimat yaitu persepsi, pelajaran dan
matematika. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Persepsi merupakan tanggapan
langsung atas sesuatu pelajaran.Pelajaran adalah apa yang dipelajari. Dan
Matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan bilangan-bilangan ilmu hitung.
Jadi Persepsi Pelajaran Matematika adalah tanggapan mengenai apa yang
dipelajari yang berkaitan dengan ilmu hitung.
B. Pembahasan
Teoritis (Variabel Terikat)
Variable
terikat penelitian ini adalah hasil belajar. Menurut bahasa variable ini
terdiri dari dua kalimat yaitu hasil dan belajar . Menurut kamus besar Bahasa
Indonesia, hasil merupakan sesuatu yang didapat dari jerih payah. Dan belajar
adalah berusaha untuk memperoleh ilmu atau menguasai suatu keterampilan;
berlatih. Jadi Hasil Belajar adalah usaha untuk memperoleh ilmu melalui jerih
payah.
BAB III
HASIL PENELITIAN
A. Penyajian
Data
B. Pengelolaan
Data
Untuk
mempelajari Matematika diperlukan suatu kecerdasan dan keuletan yang matang,
karena mata pelajaran ini dianggap oleh sebagian siswa agag sulit. Hal ini
disebabkan siswa banyak yang menganggap bahwa pelajaran Matematika itu sulit,
rumit, dan membosankan. Berdasarkan tingkat presentasi table grafik diatas
siswa itu mampu memahami, namun karena factor kemalasan maka hasil belajar Matematikapun rendah dan kurang
memuaskan. Hasil belajar Matematika siswa lebih rendah dibandingkan dengan
pelajaran lainnya.
C. Penafsiran
Data
Dari daftar table
diatas pelajaran Matematika ternyata agak disukai oleh siswa dan pelajaran
matematika dianggap biasa saja.. Namun pada observasi langsung yang kami teliti
di lapangan, hasil belajar pelajaran Matematika siswa. Siswa kelas XII dalam
satu semester ini kurang memuaskan. Kondisi belajar, metode pembelajaran,
factor referensi buku berpengaruh terhadap tingkat kegemaran pelajaran
Matematika.
Presepsi yang tertanam
sejak pelajaran Matematika sudah muncul pada tahun 10 SM. Persepsi tersebut menganggap
Matematika itu sulit, rumit, dan membosankan. Pada tahun 2013 ini preseps itu
sudah berubah. Akal pikiran manusia semakin rasional. Hal ini karena tuntutan
ilmu pengetahuan yang semakin berkembang. Bimbingan Belajar (Bimbel) di luar
sekolah menjadi alternative pilihan siswa dengan biaya bervariasi, siswa
mendapatkan pengetahuan tentang Matematika yang lebih detail. Berdasarkan data
kementrian pendidikan Nasional jumlah
bimbingan Belajar di Indonesia yang resmi ada sekitar 9000 an. Namun jumlah
bimbingan belajar (Bimbel) yang non-formal di setiap provinsinya ada sekitar
1000 an.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ilmu dan Matematika
Secara Etimologi ilmu
berasal dari kata “Ilm” (Bahasa Arab), “Science” (Inggris), “ Scientia” (
Bahasa Latin). Jadi ilmu adalah pengetahuan ilmiah atau sistematatis.
Ilmu adalah penerang
dunia, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Ilmu diartikan sebagai pengetahuan
tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem metode tertentu yang dapat
digunakan untuk menerangkan gejala tertentu, yang dapat digunakan untuk
menerangkan gejala tertentu dibidang pengetahuan itu; atau kepandaian tentang
social alami, akhirat, lahir, batin, dsb.
Semakin berkembangnya teknologi dan
pengetahuan, menunjukkan bahwa ilmu di dunia ini sangat berakar. Ilmu merupakan
seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman
manusia dari segi kenyataan alam manusia. Ilmu tidak sekedar sebagai
pengetahuan (Knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan
teori-teori yang disepakati.
Matematika (Indonesia),
“Mathematies” (Inggris), Mathematik” (Jerman), “Mathematique” (Perancis), “
Mathematico” (Italia), “ Matematiesk” ( Rusia), “Mathematick atau Wiskunde”
(Belanda). Berasal dari bahasa Yunani “Mathematikos” yaitu ilmu pasti, dari
kata Matematika atau Mathesis, yang berarti ajaran, pengetahuan, atau ilmu
pengetahuaan.
Istilah Matematika menurut
bahasa Latin “Manthain atau Mathema” yang berarti belajar atau hal yang
dipelajari yang semuanya berkaitan dengan penalaran. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam
Matematika Yunani, terutama dalam karya Euklides, Elemen-Matematika susah
berkembang tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab tahun 800 M
hingga zaman Renainsans.
Ketika penemuan baru
berinteraksi dengan pertemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang
cepat di dalam laju penemuan Matematika, yang berlanjut hingga kini. Matematika
kini digunakan di seluruh Dunia sebagai alat penting diberbagai bidang. Jadi,
Matematika adalah satu pengetahuan terutama dan dianggap sebagai induk atau alat dan bahasa dasar
banyak ilmu,dan merupakan suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri atau tidak
merupakan cabang dari ilmu pengetahuan alam.
Jadi, demikian ilmu itu berbeda dengan
pengetahuan. Pengetahuan merupakan fakta yang merupakan bahan dari suatu ilmu.
Matematika merupakan pengetahuan. Sedangkan ilmu adalah suatu kegiatan
penelitian terhadap suatu gejala atau kondisi pada suatu bidang, dengan
menggunakan berbagai prosedur, cara, alat dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan
suatu kebenaran ilmiah yang bersifat empiris, sistematis, objektif, analisis,
dan vertikatif.
B. Faktor-faktor
Berkembangnya Presepsi
Kenyataan
menunjukkan banyaknya keluhan dari murid tentang pelajaran Matematika yang
sulit, tidak menarik dan membosankan. Keluhan ini secara langsung atau tidak
langsung akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar Matematika pada
setiap jenjang pendidikan, upaya untuk mengatasi hasil belajar Matematika yang
rendah, juga telah diupayakan oleh Pemerintah. Berikut adalah factor-faktor
yang menyebakan berkembangnya presepsi :
1. Suasana
belajar Matematika yang kaku, karena pelajaran yng berupa angka-angka dan
rumus-rumus.
2. Cara
penyampaian pelajaran Matematika yang kurang.
Kurangnya penyampaian
bahawa Matematika yang dipelajari saat ini sangat berpengaruh dan berhubungan
dengan kehidupan sehari-hari.
3. Penyampaiaan
materi yang terlalu Two The Point, yaitu memberikan rumus-rumus tanpa didahului
oleh cerita permasalahan dalam kehidupan sehari-hariyng ada hubungannya dengan
rumus tersebut.
C. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Proses Belajar
Ada
beberapa factor yang dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar. Factor itu ada
yang terdapat dalam diri kita sendiri, tetapi ada pula yang di luar kita. Dalam
factor yang mempengaruhi proses belajar
1. Faktor
Kecerdasan
Yang dimaksud factor
kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan berfikir yang
sifatnya abstrak dan rumit. Tingkat kecerdasan dari masing-masing tidaklah
sama.
2. Faktor
Belajar
Yang dimaksud factor
belajar adalah semua segi kegiatan belajar, misalnya : kurang dapat memusatkan
perhatian kepada pelajaran yang sedang dihadapi. Kurang menguasai cara belajar
yang efektif dan efisien.
3. Faktor
Sikap
Sikap dapat menentukan
apakah seseorang akan dapat belajar dengan lancer atau tidak, tahan lama
belajar atau tidak, senag pelajaran yang dihadapinya atau tidak. Manfaat sikap
yang dimaksud adalah manfaat, keterbukaan pikiran, prasangka atau kesetiaan
sikap yang positif terhadap pelajaran merangsang kecepatan kegiatan belajar
Matematika.
D. Cara
Mengubah Persepsi
Mendengar tentang
matematika tidaklah asing bagi kita, yang mana Matematika merupakan salah satu
mata pelajaran dalam salah satu Kurikulum Tingakat Satuan Pendidikan (KTSP)
yang diujikan di akhir jenjang pendidikan. Berikut Upaya untuk mengubah
persepsi :
1. Memberikan
informasi pengetahuan kepada siswa tentang kegunaan Matematika secara
keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Memberikan
informasi kepada siswa tentang fungsi materi Matematika yang akan dipelajari
dalam penyelesaiaan masalah kehidupan sehari-hari.
3. Memberikan
materi Matematika dengan menyenangkan, hal tersebut dapat dilakukan dengan
memberikan sedikit cerita, tentang sejarah ditemukannya materi tersebut sebelum
dimulai pelajaran.
4. Dalam
penyampaian materi sebelum mengenalkan unsure-unsur, terlebih dahulu memberikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi atau
rumus yang akan disampaikan.
5. Jika
materi yang akan disampaikan menurut ukuran peserta didik termasuk materi yang
sulit, maka memberikan materi dan persoalan dengan cara dan hal yang mudah.
6. Memberikan
materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa.
Selain dari unsur guna
,agar materi Matematika menjadi muda dipahami oleh peserta didik,Pemerintah
dalam hal ini kementrian pendidikan nasional,juga harus ikut berperan. Peran
pemerintah antara lain;
1.
Untuk segera mengevaluasi standar kompentesi pelajaran matematika yang tertuang di dalam standar isi.
2.Menyelesaikan standar kompentesi
pelajaran matematika dengan usia perkembangan peserta didik.
3.Menyederhanakan
materi pelajaran matematika,namun lebih memperdalam kompentesi pelajaran
matematika,jika hal tersebut dapat di lakukan,maka guru-guru dapat menyampaikan
materi pelajaran matematika dengan mengeksplore seluruh kompetensi siswa
mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui media yang memadai.
E. Strategi
Pembelajaran Matematika
Pada
hakekatnya belajar matematika adalah berfikir dan berbuat atau
mengerjakan matematika.Di sinilah makna dari strategi pembelajaran matematika
adalah strategi pembelajaran aktif,yang di tandai oleh dua faktor.
- Interaksi antara seluruh komponen dalam proses belajar mengajar, diantaranya antara dua komponen utama yaitu guru dan siswa
- Berfungsinya secara optimal yang meliputi indra , emosi, karsa, karya, dan nalar. Hal itu dapat berlangsung antara lain jika proses itu melibatkan aspek visual, audio, maupun teks ( Anderson, 1981 ).
Pembelajran
yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, Untuk memperoleh hasil belajar
,salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah pendekatan PAKEM (
Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenagkan). Secara ringkas
PAKEM dapat diungkapkan sebagai berikut :
Dari segi guru
A
= Aktif , guru aktif :
- Memantau kegiatan belajar siswa
- Memberi umpan balik
- Mengajukan pertanyaan yang menantang
- Mempertanyakan gagasan siswa
K
= kreatif, guru :
- Mengembangkan kegiatan yang beragam
- Membuat alat Bantu belajar sederhana
E
= Efektif, pembelajaran :
- Mencapai tujuan pembelajaran
M
= Menyenagkan , pembelajaran :
• Tidak membuat anak takut
- Takut salah
- Takut ditertawakan
- Takut dianggap sepele
Dari segi siswa
A = Aktif , siswa aktif :
- Bertanya
- Mengemukan gagasan
- Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya.
K
= kreatif, siswa :
- Merancang atau membuat sesuatu
- Menulis atau mengaran
E
= Efektif, siswa :
- Menguasai keterampilan yang di perlukan
M
= Menyenagkan pembelajaran membuat siswa :
- Berani mencoba / berbuat
- Barani bertanya
- Berani mengemukan pendapat
- Berani mempertanyakan gagasan orang lain
BAB
V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesimpulan bedasarkan hasil keseluruhan
dalam karya ilmiah ini,maka penulis dapat menarik kesimpulan,sebagai berikut.
1. Pada umumnya,siswa
mempunyai persepsi negatife disebabkan
oleh masalah karakteristik matematika,masalah siswa,dan masalah guru.
2. Dipengaruhi
oleh,faktor-faktor endogen,dan factor eksogen,serta masalah waktu.
3. Tindakan-tindakan
yang dapat dilakukan dalam mengubah persepsi adalah untuk mempersiapkan siswa
agar sanggup menghadapi pembaruan serta penggunaan metode mengajar yang tepat
dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan karakteristik siswa.
B.SARAN
Bedasarkan hasil keseluruhan dalam karya
ilmiah ini,maka ada pandangan penulis yang sekiranya dapat diangkat sebagai
saran,baik untuk guru ataupun siswa,yaitu
1.Guru
a.
Guru hendaknya dapat memahami secara mendalam tentang faktor-faktor penghambat yang
menyebabkan sulitnya siswa memahami pelajaran matematika.
b.Guru
diharapkan pada nantinya harus menggunakan metodemengajar yang
tepat,karena setiap mata pelajaran yang
ada disekolahan,metode mengajar yang diinginkan berbeda- beda,serta harus di sesuikan dengan
kemampuan dan karakteristik.
2.
Siswa
a.
Siswa hendaknya lebih untuk lebih banyak berlatih Matematika, serta harus
mengubah cara belajarnya.
b.
Siswa hendaknya menggunakan waktu seoptimal mungkin yang diberikan oleh guru
dalam menyelesaikan soal Matematika
DAFTAR
PUSTAKA
Tim
Penyusun kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. ed.3-
cet.3. Jakarta: Balai Pustaka.
Irzani.2010.Pembelajaran
Matemmatiak.Yogyakarta.Mandiri Garafindo Press
http://Lentera Kecil.com/ pengertian.matematika.html.
Aman,
Grendy Hendrastomo. 2009. Sosiologi 3.
Jakarta: Pusat perbukuan, Departeman Pendidikan
Nasional.











